Kamis, 11 Juni 2009

Pengrajin Parud Dampasan Alami Penurunan Permintaan

Banjarsari, (HR),-
Perajin parud di dusun Dampasan, Desa ratawangi, setahun belakangan mengalami penurunan omzet permintaan dari para pelnggan. Pasalnya, penurunan tersebut akibat banyaknya alat parud serupa yang terbuat dari bahan yang lebih praktis dan canggih.
Rajiman (50) salah seorang pemilik usaha parud ketika ditemui HR mengaku telah lama berkecimpung dengan usaha ini. Dirinya sudah hampir sekitar 80 tahun-an melakoni usaha membuat parud.
Dalam seminggu, dirinya dua kali memasarkan barang kerajinannya itu ke sejumlah pedagang alat-alat dapur di pasar Banjarsari, Ciamis dan kota Banjar. Biasanya, di mematok harga per satu buah parud sebesar 3000 rupiah kepada para pedagang di pasar.
Meskipun keuntungannya sedikit, menurut mereka, usaha yang selama ini mereka geluti itu cukup untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Namun, semenjak adanya persaingan jenis parud yang lebih canggih, mereka mengalami penurunan permintaan.
“Namun, setahun belakangan ini permintaan dari pasar jumlahnya terus mengurang, kalau dulu setiap pengiriman mencapai seratus buah, kali ini paling hanya 80 buah perminggu,” katanya.
Sementara itu, Homsati (52) warga dusun Dampasan yang sudah bergelut dengan supit, palu, kawat, dan kayu (alat membuat parud) selama 20 tahun ketika ditemui HR mengaku dalam sehari bisa membuat parud sampai 10 buah.
Ia mendapat upah sebesar tiga ribu hingga tiga ribu lima ratus rupiah dalam satu hari. Untuk pembuatan satu buah parud, ia hanya menghabiskan waktu selama setengah jam saja.
Homsati bersyukur di usianya yang sudah lanjut ini permintaan parud masih ada, sehingga ia masih bisa mendapatkan uang dari hasil tangannya. Namun, diakuinya, permintaan pasar belakangan ini semakin menurun.
Kepala Desa Ratawangi, H Sumitro ketika dikonfirmasi HR diruang kerjanya mengatakan potensi desa Ratawangi cukup banyak. Khususnya, dalam bidang kerajinan. Seperti pengrajin parud, kopiah, bilik, dan lain sebagainya.
Untuk itu, pihaknya berniat akan mendata UKM yang ada di desanya. Kemudian pihaknya juga akan melakukan musyawarah dengan pengurus desa guna membentuk koperasi sebagai perluasan pemasaran. (amlus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

blogger templates | Make Money Online