Baregbeg,(HR),-
Soleh (48) warga dusun Cikapas Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg kini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur setelah satu tahun lebih penyakit yang mengerogoti tubuhnya tidak kunjung ada kesembuhan.
Awal kejadian, dirinya menyangka benjolan yang terdapat di bagian pantatnya itu benjolan biasa seperti halnya bisul. Dan dirinya mengangap apa yang dialami itu tidak berbahanya.
Namun, setelah sekin lama, benjolan tersebut tidak sembuh dan menunjukan adanya perubahan (mengecil). Baru, dirnya menyadari bahwa apa yang menempel di badannya merupakan penyakit yang berbahaya.
Eno (35) kerabat Soleh, yang selalu setia mengantarnya pergi berobat, ketika di temui HR Sabtu (16/5) mengatakan, penyakit yang diderita saudaranya itu terbilang langka.
Ia beralasan, memang, di awal pemeriksaan ke rumah sakit Ciamis, benjolan yang diderita soleh tidak terdeteksi dan dinyatakan tidak berbahaya. Namun, setelah lama, justru malah kondisinya dinyatakan sangat berbahaya..
“Saya heran, karena hasil pemeriksaan dokter RS Ciamis, yang mengambil sampel daging dan di periksa di laboratorium RS Banjar, ditemukan penyakit yang berbahaya, tapi justru sekarang malah dinyatakan sudah parah,” katanya
Kini, pihaknya beserta keluarga tidak bisa berbuat apa-apa demi menyembuhkan sodaranya itu. Pasalnya, biaya yang harus dikeluarkan melebihi target pendapatan keluarganya.
Hal itu disebabkan, harga dan biaya berobat bagi mereka terlalu mahal. Jika melihat keadaan ekonomi keluarga saat ini. “Kami tidak apa-apa lagi. Biaya berobat yang terlalu besar, sedangkan kondisi kami tidak memungkinkan,” katanya.
Akhirnya terpaksa, soleh hanya berobat seadanya saja. Dengan hanya pergi memeriksakan kondisinya ke seorang mantri saja. Ia menambahkan, dalam sekali berobat keluarganya harus mengeluarkan biaya sekitar enam juta rupiah.
Uang sebesar itu hanya untuk kemo atau penyinaran (Membunuh akar penyakit pada benjolan).
Kepala dusun Cikapas, Apan ketika ditemui HR mengatakan, kondisi warganya itu sekarang sudah sanagat memperihatinkan. “Terlebih, saat ini, soleh tidak bisa pergi berobat lagi karena jamkesmas yang dimilikinya tidak bisa menutupi kebutuhan berobatnya,” katanya.
Namun dari itu, pihaknya berharap, pemerintah kab. Ciamis memberikan uluran tangan kepada warganya yang menglami penyakit yang berbahaya agar bisa disembuhkan dengan segera. (es)
Selasa, 19 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar