Selasa, 19 Mei 2009

Soleh Setahun Terbaring Akibat Benjolan di Pantat

Baregbeg,(HR),-
Soleh (48) warga dusun Cikapas Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg kini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur setelah satu tahun lebih penyakit yang mengerogoti tubuhnya tidak kunjung ada kesembuhan.
Awal kejadian, dirinya menyangka benjolan yang terdapat di bagian pantatnya itu benjolan biasa seperti halnya bisul. Dan dirinya mengangap apa yang dialami itu tidak berbahanya.
Namun, setelah sekin lama, benjolan tersebut tidak sembuh dan menunjukan adanya perubahan (mengecil). Baru, dirnya menyadari bahwa apa yang menempel di badannya merupakan penyakit yang berbahaya.
Eno (35) kerabat Soleh, yang selalu setia mengantarnya pergi berobat, ketika di temui HR Sabtu (16/5) mengatakan, penyakit yang diderita saudaranya itu terbilang langka.
Ia beralasan, memang, di awal pemeriksaan ke rumah sakit Ciamis, benjolan yang diderita soleh tidak terdeteksi dan dinyatakan tidak berbahaya. Namun, setelah lama, justru malah kondisinya dinyatakan sangat berbahaya..
“Saya heran, karena hasil pemeriksaan dokter RS Ciamis, yang mengambil sampel daging dan di periksa di laboratorium RS Banjar, ditemukan penyakit yang berbahaya, tapi justru sekarang malah dinyatakan sudah parah,” katanya
Kini, pihaknya beserta keluarga tidak bisa berbuat apa-apa demi menyembuhkan sodaranya itu. Pasalnya, biaya yang harus dikeluarkan melebihi target pendapatan keluarganya.
Hal itu disebabkan, harga dan biaya berobat bagi mereka terlalu mahal. Jika melihat keadaan ekonomi keluarga saat ini. “Kami tidak apa-apa lagi. Biaya berobat yang terlalu besar, sedangkan kondisi kami tidak memungkinkan,” katanya.
Akhirnya terpaksa, soleh hanya berobat seadanya saja. Dengan hanya pergi memeriksakan kondisinya ke seorang mantri saja. Ia menambahkan, dalam sekali berobat keluarganya harus mengeluarkan biaya sekitar enam juta rupiah.
Uang sebesar itu hanya untuk kemo atau penyinaran (Membunuh akar penyakit pada benjolan).
Kepala dusun Cikapas, Apan ketika ditemui HR mengatakan, kondisi warganya itu sekarang sudah sanagat memperihatinkan. “Terlebih, saat ini, soleh tidak bisa pergi berobat lagi karena jamkesmas yang dimilikinya tidak bisa menutupi kebutuhan berobatnya,” katanya.
Namun dari itu, pihaknya berharap, pemerintah kab. Ciamis memberikan uluran tangan kepada warganya yang menglami penyakit yang berbahaya agar bisa disembuhkan dengan segera. (es)

Akibat Terkikis Hujan, Tebing Jalan Utama Saguling Longsor

Baregbeg,(HR),-
Sejak beberapa minggu terakhir jalan di dusun Desa Saguling Kec Bregbeg amblas dan belum diperbaiki. Hal tersebut terjadi akibat hujan yang terus menguyur menghancurkan tebing setinggi sepuluh meter.
Kini antara tebing dan jalan aspal diberi batas agar pengendara bisa mengetahui adanya kerusakan jalan. Karena, aspal jalan mulai hancur dan banyak kendaraan yang melewati tempat tersebut.
Didi sopir angkutan jurusan Ciamis-Jalatrang yang melewati jalan tersebut ketika ditanya HR, Minggu (17/5) mengatakan, jalan utama yang menghubungkan dua desa antara Saguling dan Sukamulya tersebut sering dilalui kendaraan roda dua dan empat, seyogyanya pemerintah segera melakukan perbaikan.
“Padahal jalan itu sering dilewati angkot dan kendaraan bermotor, tapi kenapa jalan yang ablas tersebut hingga saat ini belum juga diperbaiki,” katanya
Ia berharap, pemerintah untuk cepat menanggapi kondisi infrastuktur jalan yang berada di daerah tersebut. Dengan begitu, laju transportasi yang melalui kawasan itu bisa kembali lancar.
Ade Eris (35), seorang warga, saat ditemui HR, mengatakan, dirinya selalu khawatir apabila ada pengendara melewati jalan tersebut, terlebih ketika ada yang lewat dan secara bersamaan dari arah berlawanan, maka salah satu kendaraan harus mengalah demi menghindari terjadinya benturan.
“Saya selalu khawatir bila ada pengendara yang lewat, karena selain menyempitnya badan jalan, tidak menutup kemungkinan mengakibatkan terjadinya kecelakan.,”ungkapnya
Di tempat berbeda, Kepala Desa Saguling, Surachman, ketika ditemui HR mengakui kondisi tebing jalan yang amblas akibat guyuran hujan itu. Ia mengatakan, pihaknya telah melaporkannya kepada pihak Pemkab Ciamis.
“Kami telah memberitahukan amblasnya tebing jalan didaerah kami ini bahkan sudah mengajukan permohonan agar segera diperbaiki, tapi sampai saat ini belum ada juga tanggapan, alasannya, belum ada anggaran,” katanya. Selasa (19/5)
Untuk itu, Surachman dan warga Saguling berharap pemkab. Ciamis bisa segera memperbaiki sarana dan prasarana pedesaan.
“Tak sedikit dari masyarakat, pengendara maupun pejalan kaki mengeluhkan kondisi jalan yang amblas tersebut, kami berharap pemerintah bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (es)
 

blogger templates | Make Money Online